MENDING TIDUR SAJA!!
14 Agu 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in broadcast and media.. Tag:TELEVISI
Pernahkah anda suatu saat sedang lelah dan penat di malam hari sehabis mengerjakan aktivitas seharian? Pasti anda ingin beristirahat atau paling tidak mencari hiburan untuk menenangkan pikiran sejenak. Paling mudah anda akan menyetel televisi anda untuk menonton acara televisi. Celakanya, siaran televisi kita sangat mengecewakan! Jujur saja, penulis dan juga sebagian orang-orang akan bingung memilih acara televisi yang ingin benar-benar ia tonton. Menyetel stasiun televisi A kita akan disuguhi acara semacam pencari bakat dangdut, geser ke channel berikutnya, acara serupa tapi tak sama yaitu acara pencari bakat musik juga. Tapi ini lebih tidak punya konsep yang jelas karena selain pop, terkadang dangdut, terkadang juga jenis yang lain. Uniknya, acara ini mulai dari selepas maghrib hingga orang akan tidur larut malam. Ke stasiun tv lain, giliran sinetron mempertontonkan ceritanya. Hebatnya lagi, habis sinetron satu, disambung dengan sinetron lagi. Model ini juga ditiru stasiun televisi pesaingnya. Stasiun televisi yang lain setali tiga uang. Acara satu mungkin akan tidak ditayangkan minggu depannya. Karena stasiun televisi ini bingung mau mengisi acara apa untuk jam tertentu. Sungguh, sebagai penonton yang berhak mendapatkan tontonan yang berkualitas saja, kenyataan tersebut masih jauh.
Mungkin stasiun televisi bisa berkilah buktinya “ penonton acara ini banyak?”, atau “sharenya tinggi!”. Masalahnya adalah pertama, mungkin penonton “terpaksa” menonton acara itu semua sehingga “rating” atau “share”nya tinggi karena yang tersedia hanya acara sejenis. Penonton terpaksa menonton karena mereka tak punya alternatif untuk acara apa yang akan mereka tonton. Sinetron dengan cerita busuk dan penuh tipu muslihatkah yang perlu ditonton untuk mencari hiburan? Atau menonton acara menyanyi yang tidak pernah jelas kemana akhirnya para bintang hasil acara itu?
Kedua, mungkin alasan pertama bisa diperdebatkan kalau alasan itu hanya berasal dari kacamata segelintir orang yang tidak mewakili mayoritas penonton. Tapi jika dilihat siapa kaum minoritas yang berani mengatakan acara televisi kita “mengkhawatirkan” adalah mereka yang berfikir kritis jika tak mau disebut “terdidik”. Bukankah orang-orang “terdidik” yang harus membawa perubahan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik? Maaf saja, meski subyektif tapi penulis sendiri berani mengatakan bahwa sinetron-sinetron yang ada di televisi hanya sebuah cerita murahan sebagai bagian dari media yang punya tugas dan tanggung jawab mencerdaskan bangsa. Mungkin “mental” sinetron yang membuat Indonesia sangat pintar untuk mengeksploitasi cerita horor dan seks yang celakanya sekarang film Indonesia juga adalah imitasi dari film asing luar negri.
Televisi Indonesia terjebak dalam pakem yang menyesatkan. Tapi itupun juga kembai diperdebatkan. Riset pasti sudah dilakukan sehingga sang programmer televisi bisa menempatkan acara ini bisa tampil di jam seperti ini karena penonton mayoritas adalah kaum A, atau jam segini adalah untuk kelompok B maka acara yang pas adalah acara yang C. Makanya, jangan terkejut melihat jam jam sore televisi akan dipenuhi acara infotainment yang nggak punya fungsi atau manfaat secara konkret untuk masyarakat. Apakah bermanfaat mengetahui si A bercerai dengan si B, atau Si C menikah dengan si A lagi? Manfaat hiburankah perceraian orang lain bagi penonton televisi? Sakitlah mental masyarakat Indonesia, ketika cerita orang diumbar ke televisi untuk hiburan orang. Ini termasuk perdebatan apakah infotainment menyandang gelar” jurnalisme” di depan kata “infotainment” melihat manfaat yang tak banyak bisa diperleh di sana. Kemudian, pertanyaannya adalah setelah mengetahui siapa kaum mayoritas penonton saat itu? Haruskah dengan acara itu? Haruskah bangun di pagi hari disuguhi dengan infotainment? Kemudian siang nanti infotainment lagi ,sore kembali infotainment lagi. Mengapa tidak dicoba dengan acara yang merangsang pengetahuan berfikir supaya masyarakat Indonesia tidak menjadi yang lebih senang gosip dari pada membaca. Supaya tingkat baca di Indonesia bisa naik daripada menghabiskan waktu dengan gosip yang tidak bermutu. Mengapa jam untuk mencari hiburan yang mayoritas untuk keluarga harus diisi sinetron yang hanya menang di tangis, urusan cinta, niat jelek tokoh-tokohnya. Ada pakem-pakem yang harus diubah supaya televisi tidak terjebak dalam “rutinitas acara” yang itu-itu saja.
Mungkin agak terasa naif, bila melihat televisi adalah industri bisnis padat modal. Ketika acara yang baru belum tentu bisa diterima penonton yang terbiasa dengan sinetron atau infotainmet, maka resiko itu akan jarang sekali diambil. Tetapi ketika hanya terpaku hanya pada jenis-jenis itu –itu saja dan tak ada yang berniat untuk merubah itu semua. Maka, sebelum ada perubahan radikal pada acara-acara televisi kita terutama di malam hari, ada anjuran yang baik jika kita lelah selesai beraktivitas. Istirahatlah, dan jangan menonton televisi.
NEW CHAMPION IS COMING
03 Jul 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Eropa akhirnya menemukan juara baru .”La Furia Roja”, julukan Spanyol memastikan dirinya sebagai tim terbaik eropa saat ini. Performa konsisten di tiap pertandingan sejak penyisihan group hingga pertemuan atau pertandingan akhir di final .Mereka tampil lebih baik dari Pasukan Der Panzer dan unggul 1-0. Pesta tim matador ini semakin lengkap setelah David Villa muncul sebagai top scorer dengan koleksi 4 golnya, unggul sebiji gol dari kompetitornya Lucas Podolski yang memiliki 3 gol .Namun Podolski tak mampu menambah koleksi golnya.
Tampil dengan meneruskan “formasi tak sengaja” di semifinal akibat cederanya David Villa, tim matador menampilkan Torres sebagai ujung tombak tunggal. Dibelakangnya berdiri Fabregas, Silva, Iniesta, dan Xavi. Formasi ini tampil impresif kala melibas Rusia 3-0. Meski agak tertekan di 20 menit awal karena Jerman menguasai ball possesion, namun perlahan-lahan Torres dkk mulai membangun serangan-serangan. Puncaknya, dipertengahan babak I. Torres berhasil menjebol gawang Lehman setelah sebelumnya berhasil melewati Lahm.
Jerman di babak II masih memiliki beberapa peluang namun semuanya berjalan tak efektif. Tampaknya cedera Ballack sangat berpengaruh pada kinerja lini tengah Jerman ini. Hal ini menjadikan aliran bola dari tengah tak mengalir baik. Rasa frustasi ada di benak Klose yang terkadang harus menjemput bola hingga ke tengah lapangan. Ballack pun semakin menguatkan dirinya sebagai spesialis finalis setelah beberapa kali timnya selalu hanya mampu tampil di Final.
Dengan kemenangan ini, Spanyol tampil 100 persen menang sejak awal dan tampil juga sebagai tim yang menempatkan strikernya sebagai top scorer .Lengkap sudah penantian dan prestasi tim asuhan Luis Aragones. Kini “Benua Biru” akan didominasi warna merah dan Spanyol berhak tampil dalam Piala Konfederasi nantinya yang akan mempertemukan sang jawara dari masing-masing benua.
sumber foto : www.detik.com
TERKUTUKKAH PARA JUARA GROUP??
26 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Sumber foto :www.goal.com
Hampir saja Spanyol melengkapi kutukan para juara Group di Euro 2008 ini untuk tidak lolos dari perempat final. Sebelumya, performa apik Portugal di Group A, penampilan sempurna Kroasia di Group B dan mengkilapnya pasukan Van Basten ini seakan tak berbekas dalam fase berikutnya. Mereka masing-masing ditekuk lawannya di perempat final seperti Jerman yang menghempaskan Portugal 3-1, Turki yang masih saja menampilkan permainan ngotot hingga menit-menit akhir yang berhasil memaksa Kroasia untuk melanjutkan dengan adu penalti sebelum menyingkirkannya, dan terakhir Sneijder cs tak kuasa untuk melawan strategi yang dipasang Guus Hiddink yang tak lain mantan mener di skuad Oranje 1998. Namun Spanyol berhasil memulangkan Italia di putaran perempat final ini. Buat skuad Donadoni hal ini tentu menyesakkan mereka mengingat mereka sangat berambisi untuk mengawinkan gelar Juara Dunia dan Juara Eropa untuk menahbiskan mereka sebagai tim terbaik dalam 4 tahun terakhir.
Spanyol yang turun dengan skuad mudanya plus ditopang duet striker maut Villa dan Torres tak mampu membobol jala gawang Gli Azzuri yang dikawal penjaga gawang kawakan Juventus, Buffon. Berkali-kali Villa memperoleh peluang, berkali-kali pula Buffon berhasil mementahkannya. Begitu juga tendangan David Silva yang berkali-kali mengancam gawang Buffon dengan tendangan kaki kirinya. Namun tendangan tersebut selalu melebar. Performa lini belakang yang selama ini menjadi trade mark Azzuri benar-benar disiplin dan harus bekerja keras mengingat selain duet striker tajam, pasukan Luis Aragones yang sangat ingin memecahkan mitos selalu tumbang melawan Italia di turnamen besar ini didukung gelandang-gelandang yang sangat mobile seperti Iniesta, Xavi, maupun Silva.
Permainan tampaknya dikuasai Spanyol mengingat Italia selalu mengandalkan serangan balik. Namun tampaknya kemandulan Toni sang striker Italia masih terus terjadi. Beberapa peluang didapatkannya namun hasilnya selalu nihil. Kesempatan terbaik ketika Toni berhasil mengangkat bola ke udara dan jatuh ke kaki Camoranessi dan segera ditendang pemain berdarah Argentina tersebut. Namun performa Casilass tak kalah bagusya dibandingkan lawannya Buffon. Sulitnya Italia mengembangkan permainan diyakini karena absenya duet “Si iblis dan malaikat” Gattuso dan Pirlo, mengingat kedua gelandang inilah yang bertugas mengalirkan bola ke depan.
Permainan selesai hingga babak extra time hingga harus diselesaikan dengan adu tos-tosan dari 12 pas. Di sinilah pengujian mental yang sebenarnya bagi penendang penalti dan kiper masing-masing tim. Dan Casillas menunjukkan kalau ia tampil lebih baik dari Buffon yang pada pertandingan sebelumnya juga sempat menahan penalti Mutu dari Rumania. Namun dalam pertandingan kali ini, Buffon hanya mampu menepis 1 tendangan pemain Spanyol sedangkan Casilass menunjukkan kelasnya dengan menahan penalti Danielle De Rossi dan Di Natale. Italia hanya mampu memasukkan bola lewat sepakan Camoranessi dan Grosso. Skor akhir 4-2 karena 4 penendang Spanyol berhasil menjalankan tugasnya dan memulangkan Italia lebih cepat. Dengan hasil ini, Spanyol berhak menantang Rusia yang tampil mengejutkan dengan membungkam Belanda 3-1. Sedangkan pertandingan lainnya, Turki akan meladeni Der Panzer Jerman. Akankah partai final merupakan partai para Runner Up mengingat satu tiket sudah pasti dipegang oleh Runner Up baik Jerman atau Turki. Kita hanya akan menunggu Spanyol versus Rusia. Jika memang Rusia kembali mengejutkan publik dengan mengalahkan Spanyol, maka pesta akan menjadi milik para Runner Up Group. Maka terkutuklah para Juara Group pada Euro kali ini.
GAGALNYA TOTAL FOOTBALL BASTEN
26 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Penampilan menawan Sneijder dan Robben seperti hilang tak membekas dalam partai perempat final melawan Rusia. Pelatih Guus Hiddink tampaknya tahu benar apa kelebihan dan kekurangan mantan tim yang dibawanya ke semi final World Cup 1998 sebelum dikalahkan finalis Brazil lewat adu penalti. Guus Hiddink menepati janjinya kala akan memberi kejutan bagi tim Van Basten tersebut. Bahkan Guus Hiddink berseloroh kalau Van Basten terlalu cepat untuk menjadi pelatih tim nasional terutama Belanda. Menurutnya, Basten sebaiknya melatih di level klub terlebih dahulu. Mungkin ini ada benarnya untuk mematangkan pengalaman Basten sendiri. Namun Basten menyebutkan performa timnya akan menjawab kritikan Guus Hiddink. Entah itu benar atau karena jeleknya performa anak asuhnya, yang pasti Total Football Van Basten tak berjalan sempurna ketika melawan pasukan Hiddink.
Total Football ditemukan Rinus Michels yang memang diterapkan pada Belanda. Sejak Cruijf dan Basten hingga Ruud Gullit serta Rijkard, permainan Total Football seolah-olah menjadi momok tim lawan. Filosofi menyerang adalah bertahan yang baik tampaknya benar-benar diterapkan dalam pola ini. Dalam skuad Van Basten misalnya, kehadiran Sneijder, Van Der Vaart , Kuyt, dan Nistelrooy benar-benar menjadi hantu bagi Italia, Prancis, serta Rumania. Dengan para gelandang yang bertipe menyerang plus bek-bek yang juga membantu penyerangan seperti Geovanni benar-benar mampu menekan para tim lawan. Hal tersebut akan berjalan sempurna ketika tim lawan juga bermain dengan pla menyerang terbuka.Namun tidak untuk Rusia yang mengandalkan permainan rapat kolektif.
Sebenarnya, Italia pernah menggagalkan taktik ini kala Euro 2000. Tim Asuhan Dino Zoff tahu betul performa gelandang dan penyerang Belanda kala itu seperti Overmars, Kluivert dan Hoijdonk. Namun Zoof yang mantan penjaga gawang Italia ini membentuk skema gerendel Catenaccio dengan menempatkan 4 bek sejajar dan 5 gelandang yang sebagian besarnya bertipe berhatan plus meninggalkan satu striker di depan. Bahkan, Zambrotta kala itu harus dikartu merahkan setelah menerima dua kali kartu kuning. Uniknya, Belanda juga meraih kesempatan 2 penalti namun kecemerlangan Toldo mementahkan kesempatan emas Belanda tersebut. Melihat peluang menang di Toldo, Italia semakin bertekad untuk menahan hingga adu penalti. Dan benar, 3 penendang Belanda digagalkan Toldo sedangkan Italia hanya digagalkan 1 penaltinya, yaitu Maldini oleh Van Der Sar. Akhirnya, Italia melaju ke partai final sebelum ditundukkan Prancis melalui Golden Goal.
Mungkin inilah fakta yang mengilhami Guus Hiddink. Namun tak juga semunya benar karena Rusia tak melakukan negative football seperti Italia tersebut. Buktinya, Rusia berhasil mencetak 3 gol ke gawang Belanda. Guus Hiddink tahu betul memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Belanda. Rusia berhasil menundukkan Total Football sekali lagi. Namun Belanda tak pelu berkecil hati karena toh mereka juga diwakili Guus Hiddink di partai semifinal. Jadi Belanda tetap berbangga hati karena pelatih asal Belanda yang menggagalkan Belanda.
DO OR DIE…
20 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Lengkap sudah tim yang masuh ke fase “ singkir menyingkirkan” dalam turnamen 4 tahunan ini. 8 tim yang memastikan diri lolos ke babak perempat final Euro 2008 sebagai juara dan runner up group secara berturut-turut yakni Portugal dan Turki dari Group A, Kroasia dan Jerman sebagai delegasi group B, Belanda dan Italia mewakili “group neraka” goup C serta Spanyol dan Rusia dari group D. Bahkan pertemuan perempatfinal pertama yakini Portugal vs Jerman sudah berlangsung dan Portugal lagi-lagi harus mengubur impiannya meraih gelar juara Euro kali ini. Sebuah kesempatan yang lepas begitu saja mengingat ini turnamen terakhir “Big Phil” Scolari bersama Ronaldo cs karena sang pelatih akan segera merapat ke The Blues Chelsea. Sedangkan buat Jerman, mereka bisa bernafas lega dan menunjukkan bahwa mereka merupakan tim dengan mental juara yang siap merebut trophi di turnamen ini.
Sebenarnya ada sedikit “kejutan” yang bila dipikir-pikir juga tidak terlalu mengejutkan karena sebenarnya kekuatan tim-tim Eropa ini merata di setiap tim dan mereka mampu melakukan apa saja termasuk membalikkan prediksi banyak pihak sekaligus mungkin membuat rumah-rumah taruhan agak sedikit berfluktuasi. Di Group A, Portugal yang sudah memastikan diri di pertemuan terakhir justru ditekuk tuan rumah Swiss. Dua gol dari Hakan Yakin membuat kubu tuan rumah bisa tersenyum sebelum mengakhiri kiprahnya di turnamen akbar di benua biru ini. Kejutan terjadi di partai lainnya ketika Ceko yang sempat leading 2-0 justru dibenamkan oleh Turki melalui kaki “George Hagi” nya Turki yaitu Arda Turan serta 2 gol Nihat Kahveci memanfaatkan kesalahan Peter Cech dan ditutup tendangan melengkung yang indah ke pojok gawang Cech sekali lagi. Gol ini memaksa Ceko angkat koper lebih awal. Turki pun akan meladeni juara Group B Kroasia yang berhasil meraih poin sempurna setelah mengalahkan Polandia 1-0. Sedangkan Jerman menundukkan Austria lewat sepakan keras Michael Ballack. Meski 2 tim sama-sama berpeluang lolos, namun Jerman menunjukkan kapasitasnya sebagai tim yang pantas lolos ke fase selanjutnya.
Italia lepas dari lubang jarum di group C setelah mengalahkan musuh abadinya dalam 8 tahun terakhir, Prancis. Unggul 1-0 lewat penalti Pirlo setelah Toni dijatuhkan Abidal di kotak terlarang, Gli Azzuri kembali memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 setelah tendangan De Rosii memanfaatkan tendangan bebas yang tak kuasa ditahan Coupet setelah sebelumnya sempat mengenai kaki Henry. Pasukan Les Blues yang bermain dengan 10 orang ini, sempat melakukan pergantian ketika Ribery ditarik keluar karena cedera dan digantikan Samir Nasri, namun tak lama berselang Nasri kembali ditarik menyusul di kartu merahnya Abidal dengan digantikan Boumsong. Italia patut berterima kasih dengan Van Basten ketika ia memenuhi janjinya untuk bermain total melawan Rumania. Persie menutup pesta 2-0 pasukan Der Oranje setelah sempat unggul lewat sontekan “der hunter“ Huntellar yang semakin diburu klub-klub besar eropa.
Di group D, Spanyol memastikan diri menjadi juara setelah kembali mengalahkan mantan juara Yunani 2-1 sedangkan Swedia yang hanya membutuhkan hasil seri justru takluk dari pasukan beruang merah Rusia 2-0. Kehadiran Ashavin menjadi momok bagi lini pertahanan Swedia. Pasukan Guus Hiddink bisa bernafas lega untuk sementara namun mereka akan ditantang calon juara belanda. Sedangkan Spanyol akan mencoba merubah kutukan ketika bertemu Italia di setiap turnamen bisar. Terakhir mereka bisa mengalahkan Italia di laga uji coba dengan skor 1-0 yang juga dicetak Villa.
Laga perempat final ini sangat mendebarkan. Fase ini tak mentolerir kesalahan sekecil apapun. Lengah sedikitpun, imbalannya angkat koper. Portugal sudah menjadi korban pertama. Performa baik di group juga tak menjamin di fase selanjutnya. Hanya satu yang ada dibenak para pemain masing-masing tim. “DO OR DIE…”. “Singkirkan atau disingkirkan.” Stadion-stadion di Swiss dan Austria menjadi saksi panasnya pertemuan tiap-tiap tim.
PERTEMUAN PORTUGAL VS JERMAN
17 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Jerman memastikan diri lolos ke perempat final Euro 2008 setelah memukul tuan rumah Austria 1-0 lewat sepakan keras Michael Ballack. Dengan kemenangan Jerman ini, Group B memastikan “mengutus’ Kroasia dan Jerman untuk bertarung dengan wakil dari Group A yang sudah lebih dulu memastikan lolos yaitu Portugal dan Turki. Portugal sebagai juara group A akan menantang Jerman selaku runner up group B sedangkan Kroasia akan meladeni semangat “militan” Nihat cs.
Selain bertemunya kedua negara yaitu Portugal dan Jerman di perempat final, fokus juga tertuju pada aktor di masing-masing tim. Siapa lagi kalau bukan Ronaldo di kubu Portugal dan Ballack di kubu pasukan Joachim Low. Dan kedua pemain ini juga mengingatkan perseteruan abadi musim 2007/2008 kedua klub yang dibela kedua pemain ini. Ya, Ronaldo mewakili Manchester United sedangkan Ballack mewakili Chelsea. Kedua tim ini saling bersaing untuk menjadi yang terbaik di semua kompetisi yang diikuti kedua klub ini. Alhasil, Manchester United bersaing hingga akhir pekan untuk memastikan gelar Juara premiershipnya ke 2 kali berturut-turut setelah meninggalkan Chelsea di pekan 38. Padahal kedua tim memiliki poin yang sama hingga di pekan 37. Kedua tim akhirnya berjarak 2 poin di penghujung pekan setelah Manchester United menang atas lawannya 3-1 sedangkan Chelsea harus imbang saat menjalani pertandingan terakhir. Juaranya MU juga membawa catatan manis ketika Ryan Giggs menjadi pemain terbaik sepanjang masa dengan mencatatkan rekor sebagai pemain terbanyak tampil membela seragam “setan merah” tersebut. Seminggu berselang, MU kembali memastikan diri sebagai tim terbaik eropa ketika kembali mempecundangi Chelsea di final yang dilaksanakan di Luzhniki, Rusia. Kala itu Ronaldo mencetak gol perdana MU di babak pertama sebelum disamakan Lampard juga di babak yang sama. Ronaldo hampir saja menjadi “from Hero to Zero” ketika tendangan penaltinya digagalkan Peter Cech dalam drama adu penalti tersebut. Namun sayang, Terry si penendang ke lima melakukan “blunder” ketika sepakannya melenceng ke samping gawang Van Der Sar. Alhasil kesempatan tersebut tak disia-siakan Giggs sebagai penendang terakhir MU dan Anelka tak kuasa menahan beban yang begitu besar sehingga tendangannya lagi-lagi dibaca oleh kiper asal Belanda yang memperkuat negaranya tersebut EURO 2008 ini. MU pun merebut juara sekali lagi dan Chelsea harus mengakui keunggulan dan mengubur mimpinya merebut trofi yang sudah lama diidam-idamkan sang Bos, Roman Abramovich.
Selain kedua pemain Ballack dan Ronaldo, ada cerita menarik lainnya ketika Luis Pelipe Scolari sang pelatih Portugal akhirnya akan berlabuh ke Stamford Bridge menggantikan Avram Grant untuk melatih anak-anak kota London tersebut. Tangan dingin Scolari yang membawa Brasil Juara PD 2002 serta mampu mengukir prestasi bersama Portugal diyakini membawa perubahan pada Chelsea musim depan. Harapan tentu sangat besar untuk mengakhiri paceklik gelar musim ini khusunya di kancah eropa. Isu semakin santer ketika Deco, pemain Portugal berdarah Brasil juga akan dibawa kesana. Mungkin Chelsea pun akan semakin berbau Portugal.
Kembali ke pertemuan Portugal vs Jerman, kans Portugal mungkin akan lebih besar daripada Jerman. Meski kalah saat meladeni Swiss, Portugal tentu lebih siap karena menyimpan tenaga intinya saat menjamu Swiss. Selain Ronaldo yang tampil cemerlang dalam beberapa pertandingan Portugal, Portugal juga memiliki kartu AS lainnya yaitu Ricardo Carvalho dan Paulo Fereira di Portugal yang bermain bersama Ballack di Chelsea. Carvalho pasti sudah mengetahui pergerakan rekan setimnya tersebut. Bahkan bukan tak mungkin Carvalho ditugaskan untuk mematikan Ballack di tengah agar kreasi serangan Jerman tak sampai mengalir hingga ke Klose dan Gomes. Apalagi sang pelatih Joachim Low sepertinya akan dilarang mendampingi timnya akibat diganjar kartu merah saat pertandingan Polandia vs Jerman. Hal ini juga mungkin bisa berpengaruh dalam penyusunan strategi saat genting.
Namun jangan lupakan Podolski di pihak Jerman. Pemain yang sudah tiga kali menjebol gawang lawan ini siap mengalirkan bola bahkan bila perlu mencetak gol lagi dari second line . Hal ini ia lakukan ketika Klose dan Gomes kesulitan mencetak gol. Pemain Jerman “rasa” Polandia ini sudah membuktikannya ketika meredam negara asalnya Polandia dan memperkecil ketinggalan saat kalah dari Kroasia.
Apapun analisa dari kelebihan dan kekurangan masing-masing tim, toh peluang kedua tim sama-sama besar. Istilahnya 50-50. Seperti kebanyakan pengamat mengatakan “Bola itu Bundar”. Artinya segala kemungkinan masih bisa terjadi. Pertandingan tersebut sangat menarik untuk kita simak.
KISHOMARU UESHIBA..
17 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in takiotoshi nagare Tag:TOKOH AIKIDO..
Kishomaru memulai latihan aikido sekitar tahun 1937. Dia kemudian masuk ke Universitas Waseda dan lulus dengan gelar sarjana ekonomi pada tahun 1946. Ayahnya menunjuk Kishomaru menjadi kepala Kobukan Dojo di Shinjuku, Tokyo pada tahun 1942. Kishomaru jugalah yang akhirnya menyelamatkan dojonya dari beberapa kali pengeboman selama Perang Dunia II.
Setelah perang usai, pada sekitar awal tahun 1948, Kishomaru mencetuskan pembentukan organisasi Aikikai Honbu.
Setelah Morihei Ueshiba wafat pada tahun 1969, Kishomaru mendapat gelar “do-shu”, yang secara harafiah diartikan sebagai “penjaga jalan”. Karena ayahnya adalah do-shu pertama, maka Kishomaru adalah do-shu kedua. Dan setelah Kishomaru meninggal pada tahun 1999, maka anaknya Moriteru Ueshiba menjadi do-shu ketiga.
Kishomaru Ueshiba dikenang sebagai sebuah kekuatan awal dalam penyebaran dan proses mempopulerkan aikido di seluruh dunia.
TUMBANGNYA JUARA DUNIA 2006
17 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in joga bonito Tag:"EXPECT EMOTIONS" 2008
Kenyataan Pahit harus ditelan pasukan Donadoni di Euro 2008 kali ini. Berada di group neraka yang dihuni mantan juara dunia Perancis dan mantan juara turnamen yang sama(baca :Euro) Belanda serta tim kuda hitam Rumania, membuat Alesandro Pirlo cs tak mampu berbuat banyak. Pada pertemuan pertama melawan tim asuhan Marco Van Basten, pasukan Italia harus mengakui keunggulan tim Wesley Snijder yang memang tampil sangat kuat dan siap sebagai sebuah tim yang sedang mengincar juara. Meski sempat unggul melalui gol yang kontroversial melalui kaki pemain yang merumput di Real Madrid , Ruud Van Nisterlrooy, Italia harus mengakui bahwa pasukan Oranje tampil sangat solid dan baik. Wesley Snijder menggandakan keunggulan memanfaatkan serangan balik cepat dan terakhir Giovani Van Bronchost memaksa sang penjaga gawang terbaik dunia, Buffon harus takluk untuk ketiga kalinya. Apa yang sebenarnya terjadi dialami sang juara dunia ini? Mengapa mereka tak mampu sekedar mencetak gol padahal mereka memiliki para striker yang menjadi top skorer di liga masing-masing seperti Toni ataupun Del Piero. Ada beberapa analisa yang mungkin bias menjawab pertanyaan tersebut seperti :
1. Cederanya sang kapten Cannavaro.
Tak bisa dipungkiri memang absennya pemain berpengalaman sekaligus berpengaruh sekelas Cannavaro membawa dampak yang sangat signifikan baik dari segi kualitas maupun mental. Canna, begitu ia sering dipanggil menjadi jaminan amannya lini tengah yang biasa ia galang bersama mantan rekannya di Parma dan Juventus, Buffon. Dengan berdirinya Canna bak tembok tangguh, para pemain tengah maupun depan leluasa untuk mengatur strategi sekaligus bermain apik. Absennya Canna berimbas dengan buruknya lini belakang yang praktis meninggalkan Materazzi, Zambrotta, Grosso, maupun Panucchi. Meski mendatangkan Gamberini, defender asal Fiorentina, tetap saja tak mampu melapis pertahanan sebaik Cannavaro. Cannavaro yang cedera engkel hanya beberapa hari menjelang kick off akibat bertabrakan dengan Chielinni hanya bisa memberi semangat dan menjadi penonton di bangku cadangan Italia.
2. Buruknya koordinasi lini pertahanan
Hal ini memang berkaitan dengan absennya Cannavaro. Namun sebagai juara dunia, pasukan negeri Pisa ini hendaknya mengutamakan kerja sama tim dan tidak terlalu bergantung pada satu sosok pemain. Saat menghadapi Belanda, hal tersebut menjadi bukti. Materazzi sering melakukan blunder dan sering terlambat menutup pergerakan Sneijder sedangkan Barzagli seakan-akan bingung menempatkan posisinya menjadikan lini belakang Sistem Catenacio yang dikenal tersohor menjadi tak ada artinya. Performa masing-masing pemain di klub menjadi faktor kunci. Materazzi sering mendapatkan kartu akibat tekel untuk menutup lambatnya pergerakannya, Barzagli masih terlalu kikuk untuk menghadapi turnamen sebesar ini, Panucchi meskipun menjadi pahlawan saat melawan Skotlandia tetap saja termakan faktor usia, sedangkan Zambrota sering mengalami cedera dan prestasi Barcelona sendiri mengecewakan musim ini.
3. Padatnya jadwal kompetisi domestik.
Bagaimana mungkin sebuah tim bisa bermain maksimal ketika para pemainnya bermain tak kurang dari 50 kali semusim. Rata-rata pemain Italia menjadi tulang punggung di timnya. Persaingan Inter dan Roma yang terus sprint merebut scudetto hingga akhir musim menjadi faktor pemain-pemain mengalami kelelahan. Meski Inter hanya menyumbang Materazzi untuk tim nasional Italia, namun kekhawatiran ini bisa terlihat pada Roma yang mengirimkan Panucchi, De Rossi, Perrota sebagai delegasinya di tim nasional Italia. Sedangkan Juventus mengirimkan Buffon, Camoranessi, Del Piero, Chiellini. Pasukan Roma dan Inter juga harus saling “membunuh” di final Coppa Italia. Belum lagi pasukan Italia yang harus bertarung di kancah piala eropa seperti Milan, Roma, Inter. Meski tak juga mampu meraih hasil maksimal, kelelahan menjadi faktor yang tak bisa disangkal. Bandingkan saja saat Italia meraih juara dunia 2006 lalu, pasukan arahan Lippi begitu siap secara mental, fisik, dan kualitas serta strategi. Saat itu, kompetisi usai jauh hari sebelum PD 2006 digelar.
4. Kesalahan strategi permainan.
Faktor lain yang bisa menjadi perhatian yaitu salahnya strategi yang dipasang Donadoni saat melawan Belanda. Formasi 4-3-3 dirasa bukanlah strategi yang pas karena otomatis membuat Italia tampil sangat menyerang dan terbuka yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Van Der Vaart yang mengutamakan kecepatan pemain-pemain muda. 2 dari 3 gol Belanda bukti betapa terbukanya pertahanan Italia saat di counter attack oleh Giovani Van Bronchost dan Van Der Vaart. Seharusnya Italia menggunakan pola pakemnya 4-2-3-1 yang hanya meninggalkan Toni didepan. Hal ini untuk menutup pemain-pemain Italia yang mulai termakan usia. Hal ini mungkin yang terus menjadi sorotan mengingat Donadoni belum pernah melatih tim besar. Donadoni hanya pernah melatih Palermo.
Namun perjalanan menuju perempat final belum tertutup. Meski Italia juga tak meraih hasil maksimal melawan Mutu cs, Italia harus melibas Perancis untuk meraih satu tiket yang tersisa di Group C. itu pun dengan catatan Rumania harus gagal mengalahkan Belanda. Kita tunggu saja hasilnya.







Komentar Terakhir